Peristiwa
Yowana MDA Gelar Pelatihan Kepemimpinan Desa Adat Ke-2, Libatkan Ratusan Peserta dari Seluruh Bali
Sabtu, 09 November 2024 | Dibaca: 516 Pengunjung
Suasana gembira di pelatihan kepemimpinan desa adat (Palpimdat) Ke-2 Tahun 2024, dengan melibatkan 150 lebih Yowana Majelis Desa Adat, Sabtu (9/11/2024).
Yowana Majelis Desa Adat (YMDA) menggelar Pelatihan Kepemimpinan Desa Adat (Palpimdat) Ke-2 Tahun 2024.
Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali atau Bandesa Agung Provinsi Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, menerangkan bahwa potensi generasi muda berperan sebagai penerus dan pelestari adat budaya di Bali.
Setiap peserta dari Yowana MDA diharapkan memperoleh manfaat dan ilmu baru dari pelatihan. Sebab, desa adat dan generasi muda menjadi ujung tombak dalam melestarikan budaya Bali.
"Supaya rahayu dan berjalan lancar ke depan Yowana MDA. Mereka semua adalah calon-calon pemimpin di masa depan, maka untuk menjadi pemimpin harus bisa memimpin diri sendiri dahulu. Kedepankan tanggung jawab dan kewajiban. Bisa menjadi pemimpin di keluarga, di lingkungan rumah, dan lainnya," ujar Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, Sabtu (9/11/2024) di ruang pertemuan Hotel Grand Inna Veteran, Denpasar.
Lebih lanjut, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet menegaskan dalam upaya menjaga kelestarian adat budaya Bali, peran yowana sangat penting. Di sisi lain, mereka harus terus mengasah diri dengan belajar, tanpa ilmu pengetahuan, tentu akan sulit menghadapi perubahan zaman yang sangat cepat.
"Setiap pemimpin agar paham dan bisa melindungi, adat, budaya, tradisi, dan agamanya. Terutama pemimpin di Bali, untuk dapat mempertahankan Hindu Dresta Bali. Kalau ada yang anti pati dengan MDA, yowana MDA harus terdepan membela dan pembertahankan," bebernya, diiyakan Ida Dewa Agung Lesmana, selaku Ida Manggala Yowana Majelis Desa Adat.
Di singgung soal otonomi desa adat, tentu semuanya menghormati UUD yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karenanya, yowana patut memahami dini kedudukan desa adat di Bali.
"Otonom Desa Adat, harus sesuai etika. Ada interaksi desa adat satu dan lainnya yang diperlukan. Desa adat ada di Bali dan NKRI. Ke depan perjalanan akan lebih susah, maka menjadi pemimpin di desa atau masyarakat haruslah memiliki pengetahuan yang luas," tegasnya.
Manggala Pasikian Yowana Bali, I Dewa Putu Ardita Yasa mengatakan persiapan matang sebelumnya dilakukan dalam mengadakan pelatihan kepemimpinan desa adat, di mana para peserta merupakan perwakilan di sembilan Kabupaten/Kota, mereka rata-rata dari kalangan mahasiswa/i dan pekerja yang ingin memberikan kontribusi positif terhadap ketahanan serta kelestarian desa adat.
"Peserta datang dari 9 Kabupaten/Kota, kita sebagai yowana harus dapat menjaga adat budaya Bali," ujarnya.
Dewa Ardita Yasa menegaskan ilmu pengetahuan yang diperoleh di pelatihan kepemimpinan desa adat merupakan hal yang langka, sehingga ke depan dapat diimplementasikan dalam bermasyarakat secara beretika.
"Kami harapkan ilmu didapat para yowana bisa berdampak ke masyarakat. Materinya ada soal adat, desa adat, dan lainnya. Apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga Bali, kita mencoba buat program yang bisa memberikan pengaruh positif ke masyarakat Bali. Kami harap seluruh peserta dapat menyerap ilmu dan meneruskan tongkat estapet di desa adat atau masyarakat," pungkasnya. 012
TAGS :