Peristiwa

Tanam 570 Bibit Mangrove di Benoa Bali, Perum Bulog Jaga Kelestarian Alam sebagai TJSL

 Sabtu, 23 November 2024 | Dibaca: 296 Pengunjung

Program Bulog Hijau menanam bibit mangrove jenis Rhizophora Mucronata. Ada 570 bibit mangrove ditanam, wujud TJSL bekerja sama-sama Sahabat Mangrove Ranger Indonesia, Sabtu (23/11/2024).

www.mediabali.id, Denpasar. 

Kawasan mangrove di Bali, menjadi pencegah abrasi, menstabilkan pesisir, menjadi penjaga kualitas air, sampai tempat hidup dan berkembang biak habitat laut.

Banyak fungsi mangrove lainnya, karena itu diperlukan upaya nyata dalam menanam, menjaga tumbuh kembang dan melestarikan mangrove.

Langkah ini ditunjukkan Bulog, dari kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Program Bulog Hijau Melalui Konservasi Pesisir Pantai. Penanaman sebanyak 570 bibit mangrove ini bekerja sama dengan Sahabat Mangrove Ranger Indonesia.

"Ini menjadi wujud TJSL Program Bulog Hijau, bekerja sama dengan Sahabat Mangrove Ranger Indonesia. Kami ikut melestarikan mangrove di Bali. Bulog Peduli Lingkungan ini juga diharapkan bermanfaat untuk masyarakat dan generasi yang akan datang. Hal ini bisa berkelanjutan tiga tahun ke depan. Semoga kita dapat bekerja sama dengan Sahabat Mangrove Ranger Indonesia dalam menata, merawat mangrove untuk tumbuh baik," ujar Direktur Human Capital Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, usai menanam bibit mangrove di Kawasan Mangrove, Benoa, Denpasar, Sabtu (23/11/2024).

Diharapkan lewat peringatan Hari Jadi Bulog Ke-57, maka penanaman sebanyak 570 bibit mangrove akan memberikan harapan baru untuk alam Bali, menjadi lebih terjaga dan lestari.

"Tidak saja hanya melestarikan kawasan mangrovenya, tetapi akan banyak sekali manfaat dari mangrove. Kami harapkan masyarakat dapat menjaga tanaman mangrove yang sudah ditanam, sedangkan yang sudah tumbuh kita rawat. Ini menjadi tanggung jawab kita semua," imbuhnya.

Sementara itu, Rosi sebagai koordinator lapangan di Sahabat Mangrove Ranger Indonesia dan Hubungan Masyarakat (Humas) mengatakan memang sangat penting tanaman mangrove di areal Benoa. Apalagi, lokasi mangrove ini tidak jauh dari Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Suwung. Kondisi inilah yang menjadi persoalan ke depan, mangrove agar mampu menjaga ekosistem lingkungan menjadi lebih baik.

"Jadi upaya penanaman bibit mangrove baru sudah banyak kami lakukan, kami salah satunya bekerja dengan Bulog untuk menanam bibit mangrove. Tidak hanya itu, kami akan lakukan monitoring pertumbuhan mangrove, jika ada yang mati atau rusak, kewajiban kami untuk menyulam melakukan perbaikan. Jadi 570 bibit mangrove ditanam akan dipelihara tiga tahun ke depan," ucapnya.

Ditambahkan Rosi, hanya satu jenis mangrove yang ditanam adalah Rhizophora Mucronata di lahan seluas 12 Ha dari Tahun 2019. Jenis bakau hitam ini dianggap lebih cocok ditanam di sekitar Benoa, dilihat dari iklim tropis, tanah lumpur dan kondisi air cukup, ketika tumbuh Rhizophora mucronata memiliki akar tunggang dan akar udara, dengan ciri kulit pohon gelap, lalu ketinggiannya diperkirakan 20-30 M dan diameter 20-70 Cm.

"Bibit mangrove yang ditanam hanya satu jenis, yakni Rhizophora Mucronata. Sistem penanaman guludan dengan kotak-kotak dan berjarak. Lewat cuaca yang cukup ekstrem sekarang, kami harap mangrove ditanam mampu tumbuh berkembang baik. Rata-rata setiap tahunnya satu bibit akan tumbuh  setinggi 4-5 Cm," tutupnya. 012

 


 


TAGS :