Peristiwa
Susun Taktik Keamanan KTT AIS 2023, Kapolri dan Panglima TNI Gelar TFG
Minggu, 08 Oktober 2023 | Dibaca: 448 Pengunjung
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono sebagai Kepala Operasi PAM VVIP dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Penanggung Jawab Ops Tribrata Agung 2023, hadiri TFG di Aula Prajaraksaka GOR Yudomo, Kepaon, Denpasar, Minggu (8/10/2023).
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, SE., MM., C.S.F., beserta Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo memimpin jalannya Tactical Floor Game (TFG) dengan bertempat di Gelanggang Olahraga (GOR) Yudomo, Kepaon, Kota Denpasar, Minggu (8/10/2023).
Pelaksanaan TFG dalam rangka kesiapan menjamin keselamatan VVIP atau Very Very Important Person setingkat Kepala Negara/Perdana Menteri/Duta Besar/Menteri yang akan menghadiri kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic Island States (AIS) atau Forum Negara Pulau dan Kepulauan Tahun 2023, yang akan dilaksanakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Nusa Dua, Bali.
Pelaksanaan TFG bertujuan menyusun taktik dan strategi yang akan diterapkan dalam pelaksanaan pengamanan KTT AIS pada 10-11 Oktober 2023.
TFG sekaligus digunakan sebagai wahana koordinasi dalam perencanaan operasi agar masing-masing Subsatgas di bawah Komando Gabungan Terpadu Pengamanan (Kogabpadpam) mengetahui tugas dan tanggung jawabnya untuk menyukseskan dan juga mendukung kegiatan KTT AIS Forum 2023 ke depan.
"Saya harapkan terjalin koordinasi dan komunikasi yang baik antar Satgas. Saya harapkan pada KTT AIS agar sukses, di mana menyangkut pengamanan kepala negara. Satgas darat, laut, dan udara, untuk siaga selalu. Kita tidak tahu ada ancaman apa, tapi kita tetap waspada," tegasnya diawal sambutan.
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menegaskan pula kedatangannya ke Bali bersama Kapolri untuk mengecek sejauh mana kesiapan personel TNI-Polri mengamankan KTT AIS melalui kegiatan TFG.
Hal ini dalam menyamakan persepsi, sehingga masing-masing Satgas memahami tugas yang diemban, termasuk Alutsista yang digelar.
"Di dalam pengamanan KTT ini, ada kurang lebih 15.000 personel dari TNI dan Polri serta satuan tugas pendukung lainnya dan juga alutsista baik darat, laut maupun udara. Semua kita kerahkan untuk mengantisipasi ancaman-ancaman baik dari luar maupun dari dalam, ancaman faktual maupun potensial sehingga kegiatan KTT dapat terlaksana dengan baik aman dan lancar," pungkas Panglima TNI.
Mengenai Tactical Floor Game atau TFG gabungan TNI-Polri, khusus untuk pengamanan KTT AIS, Polri menggelar Operasi Tribrata Agung dengan melibatkan 4.286 personel yang terbagi dalam 8 Satgas, yaitu: Satgas I Preemtif, Satgas 2 Preventif, Satgas 3 Walrolakir, Satgas 4 Tindak, Satgas 5 Gakkum, Satgas 6 Anti Teror, Satgas 7 Humas, dan Satgas 8 Banops.
Diawal kegiatan, TFG dipaparkan oleh masing-masing Kasatgas untuk mensimulasikan pergerakan dari unsur-unsur melalui sebuah peta yang diletakan di lantai, sehingga kegiatan ini juga dapat digunakan sebagai wahana koordinasi dalam perencanaan operasi, agar masing-masing Satgas mengetahui peran dan fungsinya.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan TFG digelar dalam rangka pengamanan KTT AIS, yang mana diikuti beberapa negara tergabung dalam negara-negara MSG dan negara-negara Pasifik dengan membawa isu-isu yang strategis, sehingga harus diberikan pengamanan.
Diharapkan isu-isu yang dibahas akan menghasilkan keputusan penting dan strategis, sehingga semakin menempatkan posisi Indonesia menjadi lebih baik di tingkat internasional.
"Mudah-mudahan KTT AIS ini menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi negara-negara MSG dan Pasifik serta negara-negara lainnya," ujar Kapolri, di dampingi Kapolda Bali Irjen Pol. Ida Bagus Kd Putra Narendra, S.IK., M.Si., Wakil Kepala BSSN Komjen Pol. Drs. Putu Jayan Danu Putra, S.H., M.Si., Kakorlantas Polri Irjen. Pol. Drs. Firman Santyabudi, M.Si., Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Harfendi, dan juga dihadiri Komandan Sub Satgas dari masing-masing satuan serta dari instansi terkait, seperti Bea Cukai, BPBD, dan BSSN
Jenderal bintang empat di pundak ini menambahkan apabila TNI-Polri solid, saling berkoordinasi dan bersinergi dalam mengamankan KTT AIS dengan menerapkan pola pengamanan ring 1, 2 dan 3.
"Kami (Polri) memiliki tugas dan tanggung jawab di ring 3, mulai dari Walrolakir. Tentunya kami, Bapak Panglima dan saya akan melaksanakan kegiatan pengamanan seoptimal mungkin sehingga seluruh rangkaian kegiatan KTT AIS dapat berjalan dengan baik," beber Kapolri.
Dia menegaskan Polri juga sudah melakukan pemetaan potensi kerawanan yang dapat menggangu jalannya KTT AIS. Mengantisipasi isu-isu yang berkembang baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri yang dapat mengganggu situasi Kamtibmas sehingga berdampak terhadap jalannya KTT AIS di kawasan Nusa Dua, Bali.
"Kesuksesan pengamanan KTT ini akan meningkatkan internasional trust, sehingga memperkuat posisi Indonesia di mata dunia dan ini sangat penting untuk diplomasi internasional," tegasnya.
Dikatakan Kapolri KTT AIS yang dilaksanakan di Bali akan sedikit menggangu aktifitas masyarakat, karena akan ada rekayasa lalu lintas, salah satunya adalah dilakukan penutupan jalan saat rombongan VVIP melintas. Polri sudah mengantisipasi hal ini dengan menyiapkan jalur-jalur alternatif dan menempatkan personel Polri di sejumlah titik.
"Terkait dengan kegiatan yang mungkin sifatnya menyampaikan pendapat di muka umum ini juga sudah kita siapkan tempat di Renon, sehingga tentunya kebebasan berekspresi tetap bisa berjalan tanpa mengganggu kegiatan KTT AIS," demikian Kapolri.
Untuk diketahui, dalam KTT-AIS Forum 2023 ini Polri menggelar operasi kepolisian dengan sandi Operasi Tribrata Agung 2023 yang bertujuan membantu pengamanan VIP. Selanjutnya, pengamanan VVIP akan dilaksanakan bersama TNI yang akan mendatangkan 8 kepala negara Presiden dan Perdana Menteri, antara lain: Presiden Indonesia, Presiden Federates States of Micronesia, Perdana Menteri Sao Tome and Principe, Perdana Menteri Timor Leste, Perdana Menteri Niue, Perdana Menteri Tuvalu, Wakil Perdana Menteri Fiji, dan Wakil Perdana Menteri Tonga. 012
TAGS :