Sosial
STB Runata: UMKM Harus Mampu Hadapi Tantangan Global
Kamis, 19 September 2024 | Dibaca: 1485 Pengunjung
Tim dari STB Runata memberikan pembinaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) Namaste 21 Handmade melalui peningkatan Produksi dan Pemasaran Digital yang dananya dari hibah Kemenristekdikti.
Baca juga:
Giri Prasta Tanggapi Gugatan Desa Adat Pererenan, Perda Nomor 4 Tahun 2019 Bukan Dasar Hukum
Hibah tersebut merupakan salah satu proposal Pemberdayaan Berbasis Masyarakat. Pemberdayaan UMKM di tengah arus globalisasi dan tingginya persaingan membuat UMKM harus mampu menghadapi tantangan global, seperti meningkatkan inovasi produk dan jasa, pengembangan sumber daya manusia dan teknologi, serta perluasan area pemasaran. Hal ini perlu dilakukan untuk menambah nilai jual UMKM itu sendiri, utamanya agar dapat bersaing dengan produk-produk asing yang kian membanjiri sentra industri dan manufaktur di Indonesia, mengingat UMKM adalah sektor ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.
Salah satu UMKM yang sangat potensial dilakukan pembinaan dan pengembangan adalah usaha kerajinan tangan yang memanfaatkan karung goni, kain perca bermotif endek (tenun bali) yaitu Namaste 21 Handmade. Namaste artinya salam hormat, cinta kasih dan 21 maknanya kita 2 menjadi 1 untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan 1 hati dan 1 pemikiran.
Namaste 21 berdiri sejak awal tahun 2020. UMKM ini membuat produk tas, dompet, topi, pouch. Produk ini unik dan ramah lingkungan, karena setelah produk ini rusak dan tidak bisa dipakai akan mudah dikembalikan lagi ke alam tidak mencemari lingkungan, hal ini yang menarik konsumen terutama yang cinta lingkungan, konsumen seperti ini keberadaanya banyak di luar negeri.
Dari observasi di atas Tim STB Runata melihat adanya keterbatasan SDM dan peralatan yang sudah tua/jadul, maka dalam memenuhi permintaan diperlukan waktu pengerjaan rata-rata 20 jam per hari. Sehingga anggota kelompok dapat istirahat 3-4 jam pada saat pengerjaan pesanan.
Selain itu kurangnya ide konten marketing dalam memasarkan produknya, konten terkesan monoton sehingga minimnya viewers. Dari observasi tersebut STB Runata memberikan pelatihan dan pendampingan penggunaan teknologi tepat guna seperti mesin jahit Totol (Post Bed), mesin pemotong, mesin 5 In 1 Heat Press dan mesin plong.
Dengan diberikannya teknologi tepat guna Namaste 21 Handmade mampu menghasilkan produk secara kuantitas lebih cepat dalam pengerjaan dan kualitasnya pun terjamin. Selain diberikan teknologi tepat guna, dilakukan pendampingan dalam pembuatan konten marketing berupa live di Instagram agar mampu meningkatkan penjualannya.
Program yang merupakan hibah Ditjendikti Ristek diketuai Dr. Luh Kadek Budi Martini, S.E.,M.M. dengan anggota Dr. Luh Komang Candra Dewi,SE,MM dan Dr. Mutria Farhaeni, S.E.,M.Si. 001
TAGS :