Peristiwa

Puncak Hari Ibu, Bintang Puspayoga Ajak Perempuan Berjuang dan Pantang Menyerah

 Jumat, 27 Desember 2024 | Dibaca: 272 Pengunjung

(Tengah) Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP PDIP, I Gusti Ayu Bintang Darmawati memperingati puncak hari Ibu, Jumat (27/12/2024).

www.mediabali.id, Denpasar. 

Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP PDIP, I Gusti Ayu Bintang Darmawati menilai perempuan dalam situasi era globalisasi menghadapi tantangan lebih berat. Kondisi ini karena perubahan ekosistem penduduk dan zaman yang semakin modern.

Namun begitu, tantangan dimaksud patut dicerna positif karena banyak profesi dilakoni perempuan di tanah air, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang terus berproses untuk membina anak dan keluarganya menjadi lebih mawas diri terhadap perubahan zaman.

"Kami dari PDI Perjuangan, bersyukur acara dalam peringatan puncak hari Ibu ini dapat kita selenggarakan serentak se-Indonesia. Diharapkan para pejuang-pejuang perempuan/veteran dapat menginspirasi untuk kita semuanya. Memotivasi perempuan di Indonesia, karena tidak ada istilah tidak bisa. Seperti yang disampaikan Ibu Ketum kami (Megawati Soekarnoputri) bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama. Ditekankan pula, perempuan tidak saja sebagai objek pembangunan, tetapi perempuan sebagai subjek pembangunan yang ikut berperan dalam pembangunan perempuan dan negara," ujar Bintang Puspayoga sapaan akrabnya, dalam acara Puncak Peringatan Hari Ibu bertajuk Perempuan Berdaya, Indonesia Raya, di aula DPD PDIP Provinsi Bali, Jumat (27/12/2024).

Ditambahkan Bintang Puspayoga, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) tersebut bahwa perempuan ke depan agar mampu menggelorakan semangat pantang menyerah dengan terus berjuang diberbagai aspek kehidupan.

"Perempuan bukan saja pasca kemerdekaan, tetapi sebelum kemerdekaan juga perempuan sudah berjuang membantu kemerdekaan ini. Semoga semangat inilah mampu menjadi motivasi kita semua. Semoga semangat hari Ibu ini dapat menjadi motivasi, apalagi setengah populasi penduduk Indonesia ini adalah perempuan, tetapi angka partisipasi angkatan kerja masih rendah sekitar 53 persen berbanding 83 persen," tegasnya.

Di sisi lain, perempuan ke depan juga harus memiliki mimpi yang lebih baik. Maka itu, dimulai dari rumah tangga dengan membina anak-anak dengan bijaksana. Hal lainnya, anak-anak agar dibiasakan bergaul aktif dengan sesama temannya, dibanding bermain gadget.

"Tantangan ke depan, terutama anak-anak generasi Z, seiring perkembangan zaman, teknologi, dan media sosial, ini menjadi suatu tantangan berat yang kita hadapi," kata Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang juga istri dari Bupati Tabanan terpilih, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M.

Tantangan untuk mengurangi bermain gadget saat ini sangat penting, di mana peran ibu dan ayah di rumah supaya mampu membina anak-anak untuk aktif berkomunikasi dengan anak sebayanya dan mengarahkan kepada kegiatan yang lebih positif.

"Salah satu solusinya, anak-anak kita agar sedini mungkin jangan dikasih pegang HP, perbanyak mereka bermain di luar ruangan, berinteraksi dengan teman-temannya. Salah satunya di Tabanan, di Taman Bung Karno, saya mencoba mewadahi anak-anak dengan banyak membuat permainan anak-anak. Ini untuk mengurangi anak-anak bermain gadget," ungkapnya. 012

 


 


TAGS :