Politik

Program Bali Metaksu, Mulia-PAS Janjikan Ruang Tampil Seniman

 Kamis, 31 Oktober 2024 | Dibaca: 381 Pengunjung

Debat pertama terbuka Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Bali, digelar KPU Provinsi Bali, Rabu (30/10/2024).

www.mediabali.id, Denpasar. 

Perkembangan globalisasi dan kecepatan informasi, secara tidak langsung memberikan dampak luas terhadap pola pikir masyarakat Bali.

Berbicara Bali tidak hanya cukup dengan aspek dan karakter budaya Bali, sebab Bali bertalian erat dengan sikap jujur dan loyalitas tinggi masyarakatnya.

Pasangan calon (Paslon) Cagub dan Cawagub Bali nomor urut 01 Made Muliawan Arya dan Putu Agus Suradnyana, mengomentari dampak pengaruh derasnya globalisasi, keterhimpitan ekonomi dan sosial di masyarakat, di mana dianggap merubah karakteristik dari masyarakat Bali.

"Akhir-akhir ini tergerusnya budaya Bali akibat budaya modern, kami Paslon Mulia-PAS menawarkan program Bali Metaksu, yang mana program ini memberikan kesempatan untuk seniman dan khusus upacara/upakara (topeng, pembuatan barong, dll) berupa bantuan. Termasuk fasilitasi untuk pementasan rutin, yang berdampak dalam melahirkan seniman-seniman muda bertalenta. Tujuannya ke depan supaya bisa meneruskan seni tradisi," ujar De Gadjah, dalam debat pertama terbuka KPU Bali, Rabu (30/10) di Prime Plaza Hotel, Sanur, Denpasar.

Konsentrasi Mulia-PAS, tidak hanya soal bantuan yang akan diberikan. Melainkan De Gadjah ingin membentuk attitude dan rasa cinta dari pendidikan ke anak-anak muda terhadap budaya Bali. Mereka supaya menyadari bahwa kekayaan dan budaya Bali, sangat tinggi nilainya, yang mana membuat banyak wisatawan mancanegara dan domestik hampir setiap hari ramai berkunjung ke Bali.

"Kami juga akan memperhatikan di sisi pendidikan, dengan memperhatikan pelajaran pokok menjadi pelajaran khusus seni budaya, seperti pelajaran bahasa Bali, tari-tarian Bali, dan seni lainnya. Mereka dari kecil agar bisa mendapatkan pengalaman mengolah rasa berkesenian Bali. Ada juga, keterlibatan sekaa-sekaa untuk menjadi tempat belajar anak-anak. Hal lainnya, kami juga akan memberikan kesejahteraan untuk para Sulinggih, STT, dan pecalang," tegasnya.

Sementara itu, Wayan Koster yang berkesempatan bertanya kepada De Gadjah, menanyakan apa basis yang akan dikembangkan untuk masyarakat Bali memiliki karakter dan jatidiri, sesuai dengan nilai-nilai budaya Bali.

De Gadjah menjawab dengan sederhana bahwa semuanya akan kembali kepada kepribadian diri masing-masing. Oleh karena itu, mental anak-anak akan dilatih sejak masuk sekolah dini, di sini pemerintah akan hadir dengan memberikan perhatian lebih, baik dari bantuan maupun kesempatan ruang tampil anak-anak muda.

"Karakter itu tergantung kepada kita dan diri sendiri. Tergantung dari pendidikan, lingkungan, dan tidak lepas dari orang tua. Lewat pendidikan usia dini, saya rasa karakter itu tidak akan hilang. Namun, saya rasa di sini pemerintah harus hadir di dalamnya, caranya dengan memberikan bantuan dan ruang untuk mereka tampil. Libatkan kerja sama dengan ISI, termasuk memberdayakan Art Centre di Denpasar, sebagai peninggalan dari Alm. IB Mantra," tutupnya. 012

 


TAGS :