Peristiwa
Pasokan Listrik di Bali Terjamin, Jelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2025
Selasa, 18 Maret 2025 | Dibaca: 226 Pengunjung
Para wartawan berfoto bersama managemen PT PLN (Persero) UID Bali, seusai konferensi pers terkait kesiapan PLN dalam menyambut Ramadhan Idul Fitri dan Hari Suci Nyepi Tahun 2025 di Bali, Selasa (18/3/2025).
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali, semakin handal dalam persiapan kelistrikan. Hal ini ditunjukkan lewat langkah strategis jelang momentum libur Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2025.
Dijelaskan Senior Manager Komunikasi dan Umum PT PLN (Persero) UID Bali, Hamidi Hamid bahwa kondisi kelistrikan sub sistem Bali saat ini dalam keadaan normal dan aman dengan daya mampu mencapai 1.388 MW dan prediksi beban puncak mencapai 904 MW pada 31 Maret mendatang.
“Beban puncak tertinggi yang pernah dicapai, yakni pada Februari 2025 adalah sebesar 1.189 MW dengan reserve margin (cadangan daya) mencapai 198 MW. Sedangkan pada Hari Raya Nyepi dan sebelum Nyepi diperkirakan mencapai 883 MW sehingga reserve margin sebesar 505 MW,” ucapnya, Selasa (18/3/2025).
Melalui tren ini umumnya disebabkan adanya penurunan penggunaan listrik karena libur nasional yang berdampak perkantoran pemerintahan, sekolah-sekolah, hingga industri yang libur selama periode hari raya tersebut.
Menurutnya, pasokan cadangan daya listrik di Bali dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode masa libur panjang mendatang.
Dukungan terhadap kelancaran pengawalan pasokan listrik selama hari raya besar keagamaan mendatang ini PLN menetapkan masa siaga sejak tanggal 17 Maret hingga 11 April 2025 mendatang.
PLN sekaligus menyiagakan 1.058 personel yang terdiri dari pegawai PLN dan mitra kerja. Selain itu, peralatan pendukung seperti 81 unit yang terdiri dari UPS, genset, dan UGB serta 97 unit kendaraan operasional juga telah disiapkan. PLN juga memastikan ketersediaan material cadang yang mencukupi untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan listrik.
Sebagai bagian dari langkah antisipatif, PLN mendirikan posko siaga di 90 lokasi strategis, meliputi posko siaga distribusi, UP2B, UPT Bali, pembangkitan, Icon+, dan posko siaga mudik. Posko-posko ini akan beroperasi selama 24 jam untuk memantau dan merespons cepat jika terjadi gangguan listrik.
PLN juga telah memetakan 96 lokasi penting yang menjadi fokus selama pelaksanaan Nyepi dan Idul Fitri, termasuk tempat ibadah, lapangan, dan fasilitas transportasi. Pemetaan ini dilakukan untuk memastikan pasokan listrik di lokasi-lokasi vital tetap terjaga.
Selain itu, khusus untuk subsistem Nusa Penida, PLN mencatat daya mampu mencapai 16,2 MW dengan beban puncak sebesar 14,7 MW. Maka itu, cadangan daya di wilayah tersebut masih aman.
“Terhadap sub sistem Nusa Penida untuk perayaan Nyepi Tahun 2025, kami belum dapat memberikan keterangan karena masih menunggu kesepakatan hasil rapat Forkompinda Nusa Penida, PHDI Nusa Penida dan Majelis Desa Adat Nusa Penida. PLN pada dasarnya akan mengikuti apapun keputusan dari rapat tersebut,” bebernya.
Infrastruktur SPKLU PLN di Bali
Mengenai animo masyarakat yang semakin tinggi terhadap penggunaan kendaraan listrik, PLN juga memastikan ketersediaan dan kelayakan 135 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 78 lokasi di Bali.
“Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan pengguna kendaraan listrik selama liburan,” ucap Senior Manager Komunikasi dan Umum PT PLN (Persero) UID Bali, Hamidi Hamid.
Melalui segala persiapan yang telah dilakukan, PLN berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan memastikan keandalan pasokan listrik selama momen libur Hari Raya Nyepi dan Ramadhan & Idul Fitri 2025. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan liburan dengan nyaman tanpa khawatir terhadap gangguan pasokan listrik. 012
TAGS :