Politik

Gali Sudut Pandang Kaum Marginal, Debat Kedua Bertema Denpasar Kotaku Denpasar Rumahku

 Senin, 04 November 2024 | Dibaca: 285 Pengunjung

Debat kedua Paslon Walikota dan Wakil Walikota Denpasar, tema yang diangkat adalah 'Denpasar Kotaku, Denpasar Rumahku', akan digelar pada Rabu (6/11/2024).

www.mediabali.id, Denpasar. 

Debat terbuka kedua segera dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar, untuk Pasangan Calon (Paslon) Walikota/Wakil Walikota Denpasar Nomor Urut 1, Gede Ngurah Ambara Putra, SH., dan I Nengah Yasa Adi Susanto, SH., MH., dengan Paslon Nomor Urut 2, I Gusti Ngurah Jaya Negara, SE., dan I Kadek Agus Arya Wibawa, SE., MM.

Ketua KPU Denpasar Ketua KPU Denpasar Dewa Ayu Sekar Anggraeni mengatakan tema dalam debat kedua pada Rabu (6/11) adalah 'Denpasar Kotaku, Denpasar Rumahku'. Sedangkan di debat pertama, sebelumnya pada Sabtu (19/10) lalu, bertema 'Dinamika dan Tantangan Kota Denpasar Menuju Smart City'.

"Mengenai pemilihan tema dan penjelasannya kami serahkan kepada team perumus yang kami bentuk. Tema ini disesuaikan dengan visi misi Paslon dengan mempedomani Kpt 1363/2024 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota," ujarnya dikonfirmasi, Senin (4/11/2024).

Dewa Ayu Sekar Anggraeni menambahkan terhadap mekanisme tata cara debat kedua, tidak ada berubah seperti debat pertama. Paslon masing-masing akan dapat menjelaskan tema debat kedua, memberi tanggapan, ada pula sesi tanya jawab sebagaimana debat pertama yang sudah sukses digelar KPU Kota Denpasar.

"Mekanisme dan konsep debat masih sama dengan 6 segmen. Lokasi debat juga sama di Prama Sanur Beach Bali, di Jalan Cemara Sanur, Sanur Kauh, Denpasar Selatan," tegasnya.

Terkait pemilihan tema dan sub tema, Ketua team perumus, Dr. Ni Wayan Widhiasthini, S.Sos, M.Si., mengatakan bahwa tema 'Denpasar Kotaku, Denpasar Rumahku' menjadi tema yang menarik di debat kedua.

"Tema kedua ini, kami mencoba menaungi sejumlah aspek, baik mengenai disabilitas, perempuan, kelompok marginal, hingga isu-isu kesehatan. Jika di debat pertama membahas digitalisasi dan smart city, lalu di debat kedua akan terkait tentang kemanusiaan-nya. Tentu diharapkan ada perhatian terhadap aspek kemanusiaan dan bagaimana calon pemimpin kita memberikan perhatiannya," ujar Dr. Widhiasthini, saat ditanya terpisah Media Bali.

Harapan konkritnya, dengan tema kedua 'Denpasar Kotaku, Denpasar Rumahku', maka masyarakat calon pemilih pada Rabu (27/11) mendatang akan memiliki gambaran yang lebih peka siapa yang cocok memimpin Kota Denpasar.

"Kondisi ideal yang kami harapkan, apalagi aspek kemanusian sangat penting dibahas, seperti kelompok marginal apakah mereka sudah mendaptkan hak yang layak, fasilitas untuk mereka? Setiap Paslon akan mengurai lagi persoalan sesuai dengan visi misinya, sedangkan pertanyaannya berkaitan dengan tema dan visi misinya. Debat tidak hanya untuk masyarakat terdidik, tetapi untuk kaum marginal supaya mendapatkan manfaat dari debat kedua ini," demikian tandasnya. 012


 


TAGS :