Peristiwa

Bali Dibanjiri Wisman China

 Minggu, 22 Januari 2023 | Dibaca: 436 Pengunjung

Foto IST: Suasana Gubernur dan Wagub Bali, Koster-Ace menyambut dengan rasa optimis terhadap Wisman Tiongkok di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Minggu (22/1/2023).

www.mediabali.id, Badung. 

Pariwisata Bali perlahan-lahan mulai bangkit, ini ditunjukan dengan penerbangan Wisatawan Mancanegara (Wisman) Tiongkok yang tiba dan disambut Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Minggu (22/1/2023).

Diketahui penerbangan dari Shenzhen, Kota Tiongkok menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, selama 4 jam 55 menit tersebut tiba lancar pukul 10.40 Wita di Bandara Ngurah Rai, dengan mengangkut turis dewasa 197, anak-anak 17, dan 2 balita, dengan menggunakan pesawat Lion Air nomor penerbangan JT2648.

Penyambutan pemerintah di depan depan Gate 1 terminal Kedatangan International Bandara Ngurah Rai, melalui pengalungan bunga kepada penumpang oleh Gubernur dan Wagub Bali, serta Deputi Bidang Pemasaran dan Pimpinan K/L terkait.

Memasuki awal Tahun 2023, dengan kondisi pandemi Covid-19 yang mereda di tanah air, proyeksi terhadap kunjungan Wisman Tiongkok ke Indonesia sebanyak 120.900 hingga 255.700 kunjungan. Tercatat statistik Tahun 2019, turis asal Tiongkok tercatat 2 juta kunjungan.

Gubernur Koster berharap Wisman Tiongkok kedepannya semakin banyak yang melancong ke Bali, sekaligus diharapkan mampu membangkitkan pulihnya pariwisata Bali.

Wisman negeri Tirai Bambu di Tahun 2019 juga diketahui menduduki peringkat ke-2 kedatangan internasional ke Bali, setelah Wisman negara Australia. Hal ini jelas mampu menimbulkan rasa optimisme kedepannya.

"Jadi Bali akan menargetkan sebanyak 4,5 juta kunjungan Wisman di Tahun 2023," ucap Koster asal Desa Sembiran Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng ini.

Diutarakan Koster mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini, segera saat mendapatkan momentum bertemu Presiden China Xi Jinping pada G20 bulan November 2022 lalu, ia menitipkan pesan supaya Presiden Xi Jinping memberikan izin untuk masyarakat China yang ingin berkunjung ke Bali.

"Akhirnya untuk hari yang ditunggu-tunggu itu datangnya sekarang," terang Koster didampingi Kadis Pariwisata Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun.

Sementara itu, Deputi Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Ayu Marthini mengatakan sebanyak 280.000 penumpang dari Wisman Tiongkok ditargetkan dapat berkunjung di Tahun 2023.

“Maka kemungkinan akan tercapai melebihi dari target tersebut,” tutur Ayu.

Sedangkan ditinjau dari data Kemenparekraf, mencatat proyeksi Wisman Tiongkok meliputi jumlah kedatangan, tingkatan pengeluaran, pendekatan, dan pertumbuhan. Statistik Tahun 2019 turis Tiongkok sudah mencapai 2 juta kunjungan.

Dikatakan General Manager Angkasa Pura Handy Heryudhitiawan, penerbangan pesawat dari China ke Bali memang sangat ditunggu, terutama dalam membangkitkan pariwisata Bali. "Semoga kedepannya China menjadi penumpang terbanyak kembali yang datang ke Bali," katanya.

Konsulat Jenderal (Konsul) Republik Rakyat China (RRI) di Denpasar, Zhu Xinglong, memberi ucapan terima kasih atas acara penyambutan, di mana menunjukkan upaya serius pemerintah dan harapan besar dari masyarakat Bali atas kedatangan Wisman China ke Bali.

"Tanggal 20 Januari 2023 pemerintah Tiongkok, menyampaikan pembukaan border, dan penerbangan perdana hari ini (Minggu) ke Bali merupakan perjalanan percontohan bagi pemerintah China. Pemerintah China akan memperdalam kerja sama dalam bidang pariwisata dan mendukung pemerintah Bali untuk menumbuhkan ekonomi Bali. Mewakili pemerintah Tiongkok kami mengucapkan selamat tahun baru Imlek 2023," katanya.

Sedangkan, Kakanim Ngurah Rai Sugito berharap terhadap seluruh penumpang charter flight dari Shenzhen China ke Bali ini diberikan izin masuk dengan Visa Kunjungan Saat Kedatangan (VKSK) atau Visa on Arrival (VoA). Melalui kedatangan charter flight ini dan mulai banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Bali diharapkan dapat membantu perekonomian Bali, untuk segera pulih kembali.

"Kini Kantor Imigrasi Ngurah Rai sedang menyiapkan 36 perangkat tambahan yang akan digunakan dalam proses pemeriksaan keimigrasian di Bandara Ngurah Rai. Perangkat tersebut akan diprioritaskan pada area kedatangan guna mengantisipasi lonjakan penumpang yang datang," tutupnya. 012


TAGS :