Sosial
Bahas Proyek Pembangunan Pasar Tematik, Gung Sayang Soroti Keamanan Pasar
Jumat, 07 April 2023 | Dibaca: 411 Pengunjung
Komisi II dan komisi III DPRD Klungkung melakukan rapat koordinasi terkait dengan proyek pembangunan Pasar Tematik Semarapura, Kamis (6/4/2023). Anggota DPRD Klungkung Anak Agung Sayang Suparta pun meminta kepada Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Klungkung untuk mengoptimalkan keamanan pasar agar terhindar dari musibah.
Hal ini diungkapkan Gung Sayang dalam rapat yang dihadiri Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Klungkung, pihak UPT Pasar Klungkung, dan pihak konsultan perencana dan pengawas pada proyek Pasar Tematik Semarapura.
Pada kesempatan tersebut pihak konsultan perencana dan pengawas sempat melakukan pemaparan terhadap desain dari Pasar Tematik Semarapura. Didepan anggota dewan, dijelaskan nantinya desain dari proyek pasar senilai Rp58 miliar itu akan mengadopsi arsitektur lokal.
Misalkan dengan menghadirkan motif Kain Rangrang dan Wayang Kamasan khas Klungkung, pada interior maupun ekterior dari bangunan pasar.
Pada kesempatan tersebut Gung Sayang meminta agar keamanan menjadi hal yang utama. Mulai dari petugas keamanan, CCTV hingga alat pemadam api ringan (APAR). Dengan harapan tidak terjadi bencana kebakaran seperti yang terjadi sebelumnya. "Penataan juga diperlukan agar mobil pemadam kebakaran bisa dengan mudah masuk untuk melakukan pemadaman.
Sebagai anggota DPRD Klungkung dari Partai Gerindra, Gung Sayang berharap agar keamanan masyarakat baik itu pedagang dan pembeli menjadi prioritas. Sesuai instruksi Prabowo Subianto, menurut Gung Sayang segala proyek pengadaan harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
"Saya inginkan agar CCTV bisa mengakses seluruh tempat jadi semakin mempermudah pengawasan. Agar tidak terjadi tindak pencurian atau pun untuk bisa mengantisipasi timbulnya kebakaran," ujar Gung Sayang.
Terkait hal itu Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Klungkung I Wayan Ardiasa menjelaskan pihaknya telah menyiapkan pengadaan peralatan keamanan di dalam anggaran yang ada. Terkait penambahan CCTV hal itu bisa dilakukan jika diperlukan. Menurut Ardiasa selama ini kebakaran terjadi akibat kelalaian pedagang dalam menggunakan peralatan listrik. "Seperti mengecuk pemanas air. Tau-taunya ditinggal lalu pintu dikunci. Akhirnya terjadi korsleting dan kebakaran," jelas Ardiana. 007
TAGS :