Peristiwa

Krisis Air di Nusa Penida, Juliarta Minta Gubernur Koster Turun Tangan

 Senin, 12 Juni 2023 | Dibaca: 1895 Pengunjung

www.mediabali.id, Denpasar. 

Kesulitan masyarakat Nusa Penida dalam mendapatkan air bersih, kembali disuarakan Ketut Juliarta Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Bali. Pasalnya, sampai saat ini masyarakat Nusa Penida harus membayar mahal demi mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Juliarta pun meminta Gubernur Bali I Wayan Koster untuk bisa menyelesaikan masalah ini.

Hal tersebut diungkapkan Ketut Juliarta pada Rapat Paripurna pandangan umum fraksi terhadap Ranperda Provinsi Bali tentang pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah anggaran 2022 di Kantor DPRD Bali, Senin (12/6).

Menurut Juliarta, meski Nusa Penida menjadi ikon pariwisata Nusa Penida dan dikenal dimancanegara, namun pembangunan di daerah tersebut masih jauh tertinggal. Utamanya untuk air bersih yang menjadi penopang kehidupan manusia di pulau tersebut sangat mahal harganya.

Juliarta menyampaikan untuk  membeli air satu tangki mobil saja menghabiskan uang hingga Rp 125 ribu. Itu pun hanya cukup untuk kebutuhan keluarga tiga hari saja. "Kita harus membuka mata bahwa di Bali ini masih ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air. Bagaimana peran kita untuk mengatasi hal tersebut. Kenapa hal seperti ini masih dibiarkan saja terjadi," tutur Juliarta saat diwawancarai, Senin (12/6).

Pihaknya pun meminta kepada Gubernur Bali I Wayan Koster untuk turun tangan mengatasi masalah tersebut. Pihaknya yakin Gubernur Koster bisa mengatasi masalah tersebut dengan anggaran Provinsi Bali yang ada. " Kami Fraksi Gerindra pada kesempatan yang baik ini memohon kepada saudara Gubernur untuk membantu Rakyat Nusa Penida menangani masalah krisis air bersih," tegas Juliarta.

Sampai saat ini masih banyak rumah masyarakat yang belum dialiri air bersih sehingga mau tidak mau mereka membeli air bersih dari luar.  Untuk itu pihaknya mengusulkan untuk pengoptimalan pengelolaan sumber mata air yang dikelola Pemprov Bali seperti sumber mata air Guyangan sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas. "Jika air mudah didapat masyarakat, tentunya mereka tidak perlu lagi menebus air dengan harga mahal," kata Juliarta.

Selain itu terkait dengan perkembangan Pariwisata Nusa Penida yang begitu pesat, timbul beberapa persoalan. Utamanya terkait dengan kemacetan di sejumlah ruas jalan di Nusa Penida. Jika dari lebar jalan dan juga kondisi jalan tentu masih sangat tertinggal dibandingkan jalan yang kini ada di Bali daratan. "Ketertinggalan infrastruktur jalan ini kami harapkan dapat diatasi agar dapat menunjang pariwisata yang berkembang di Nusa Penida," tambahnya. (*)


TAGS :