Peristiwa
Diduga Dua Pemangku Naik ke Pelinggih Pura Besakih, Netizen Kritik Mengapa Tidak Pakai Tangga dari Samping?
Rabu, 02 April 2025 | Dibaca: 439 Pengunjung
Diduga tampak dua pemangku naik ke atas linggih Padma Tiga utama di Pura Besakih, Karangasem. Belum ada klarifikasi resmi atas tindakan dilakukan dan viral di media sosial.
Ramai beredar video dua oknum pemangku yang diduga naik ke atas pelinggih utama atau Padma Tiga Pura Besakih.
Diketahui Pura Besakih yang berada di Kabupaten Karangasem, sangat disucikan umat Hindu di seluruh Indonesia, bahkan di Bali sangat mendapat perhatian umat.
Diduga video beredar dan diunggah akun Facebook, Ki Ageng Saber Langit, dengan menampilkan video oknum pemangku yang sudah berada di titik utama Pura Padma Tiga Pura Besakih. Sejatinya, tata cara menaiki untuk membersihkan atau meletakan hiasan dapat dibuat tangga dari samping atau menaiki tangga dari samping, tidak berdiri di atas puncak pura Padma Tiga Pura Besakih.
Peristiwa ini menuai kritik tajam masyarakat alias netizen di zaman keterbukaan informasi yang serba cepat saat ini.
"Padma Tiga Besakih Linggih Ida Bhatara Hyang Tiga Sakti (Brahma, Wisnu, Siwa) bukan linggih Jro Mangku (Ampura) Semoga semua paham," terang sumber akun FB, Ki Ageng Saber Langit, yang viral dan dilihat 22,5 ribu tayangab lebih, pada Rabu (2/4/2025).
Meski tidak patut dicontoh, kejadian dua mangku ini akan berdampak terhadap taksu Bali sebagai Pulau seribu pura dan sangat menjujung kesucian. Bahkan, banyak komentar berharap kejadian ini tidak terulang lagi dan tidak dicontoh wisatawan.
"Menghias ndak semestinya harus masuk ke tempat ruangan linggihnya, cukup pakai tangga dari samping akan kelihatan beretika dan elok. Ini kelihatan nanti akan ditiru oleh wisatawan," ungkap komentar Jero Dukuh Ardianta.
Kritikan juga dilontarkan oleh netizen lainnya, meski dua mangku sedang menjalankan tugas kepemangkuannya. Ada batasannya dan publik berhak memberikan penilaian di era informasi yang serba terbuka ini. Apalagi, semua masyarakat sudah membawa gadget yang serba cepat dan canggih.
"Piih, kenapa tidak dari samping tanpa harus duduk di Pelinggih Ida Batara yang kita sucikan. Kan bisa pakai tangga. Keweh ben mekeneh, paling tidak sekarang dibuatkan upacara besar Guru Piduka," tandas Bulle Djuliadi.
Situasi ini menjadi tanda tanya terhadap mekanisme mangku dalam melakukan hiasan atau sesana banten yang diperlukan. Pemangku diharapkan lebih berhati-hati. Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi terkait video beredar. 012
TAGS :